Dialog Kebijakan Pemenuhan Hak-Hak Lansia

YAKKUM Emergency Unit (YEU) bermitra dan didukung oleh Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Magelang mengadakan Dialog Kebijakan Pemenuhan Hak-Hak Lansia Melalui Integrasi Dalam Program Pembangunan Kabupaten Magelang dihadiri Wakil Bupati Magelang, Bapak Hj. Zainal Arifin, S.H,. selaku Ketua Komda Lansia Magelang. Dialog Kebijakan tersebut diselenggarakan pada 21 November 2016 bertempat di Ruang Cemerlang, Kantor Sekretaris Daerah Kab. Magelang.

Kepedulian akan kesejahteraan lansia memerlukan sinergi, kerjasama, pembagian peran serta sumberdaya dari multipihak untuk mengoptimalkan program dan pemberdayaan bagi lansia yang dilakukan baik oleh lembaga sipil dan pemerintah. YEU telah melaksanakan Workshop Komitmen Para Pihak Untuk Pemenuhan Kesejahteraan Lansia Di Tingkat Lokal hingga Nasional yang melibatkan pemerintah pada tanggal 28-29 November 2016. Dalam pertemuan tersebut terbentuk kesepakatan dan rekomendasi bersama yang memerlukan indikator program pembangunan lintas sektor yang berpihak pada lansia.

Dari indikator-indikator tersebut, masih banyak kebutuhan lansia yang perlu untuk dipenuhi dari lintas sektor. Satuan Kerja Pemerintah Daerah perlu untuk saling mensinergikan kerja dalam bidang lansia karena hal tersebut merupakan salah satu perhatian yang perlu untuk disasar. Perjalanan menuju Dialog Kebijakan ini dimulai dari audiensi-audiensi yang dilayangkan oleh YEU dan bersambut baik oleh Pihak Pemerintah Kabupaten Magelang. YEU melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial, Bappeda, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan KB, Wakil Bupati Magelang, Sekretaris Komda Lansia, dan DPRD komisi IV Kabupaten Magelang mengenai isu-isu lansia.

Hasil dari audiensi-audiensi tersebut menuju kepada Dialog Kebijakan yang merupakan tahapan ketiga dari empat tahapan dialog-dialog yang diselenggarakan YEU. Tahapan pertama dan kedua sudah dilaksanakan pada Workshop Komitmen Para Pihak Untuk Pemenuhan Kesejahteraan Lansia Di Tingkat Lokal hingga Nasional yang juga melibatkan SKPD dan LSM. SKPD yang terlibat berasal dari Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman. Isu-isu lansia yang disasar antar Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman, sehingga dialog yang dilaksanakan pun terpisah. 

Narasumber yang dihadirkan oleh YEU adalah Ibu Ni Wayan Suryastini dari SurveyMETER Yogyakarta. Ibu Wayan menyampaikan mengenai kondisi di masa mendatang di Magelang, Indonesia bahkan dunia jumlah lansia akan bertambah. Faktornya: kesehatan semakin membaik. Biasanya setelah usia 60 tahun kondisi kesehatan menurun. Selain kesehatan, lingkungan juga perlu dibenahi. Dalam pembahasan global ada 8 dimensi yang menjadi perkara untuk bisa diperhatikan dalam pemenuhan hak lansia:

  1. Gedung dan ruang terbuka; bagaimana prasarana pendukung sosial juga memperhatikan lansia, Puskesmas yang ramah lansia
  2. Transportasi: ada akses dan tempat bagi lansia, kalau di Jakarta Trans Jakarta ada paket khusus bahkan gratis untuk lansia
  3. Perumahan
  4. Partisipasi sosial; bagaimana peran lansia dalam kehidupan sosial dan pengambilan keputusan
  5. Penghormatan dan inklusi sosial; budaya Timur penghormatan terhadap lansia tinggi.
  6. Partisipasi sipil dan pekerjaan; lansia diberi ruang dan kesempatan untuk bekerja
  7. Komunikasi dan Informasi; bagaimana ada akses yang mendukung, misalnya sudah tidak bisa membaca, diperlukan kaca pembesar
  8. Dukungan masyarakat dan pelayanan kesehatan; menciptakan fasilitas ranah lansia untuk semua

Upaya-upaya yang terus dilaksanakan ini bertujuan untuk menciptakan lansia yang berdaya dan memiliki hak-hak selayaknya sesuai yang tertuang di UU Republik Indonesia Nomor 13 tahun 1998 bahwa upaya perlindungan dan pelayanan yang bersifat terus menerus agar lanjut usia dapat mewujudkan dan menikmati taraf hidup yang wajar.

Sementara Direktur YEU, dr. Sari Mutia Timur dalam sambutan menyampaikan dialog ini ingin menggali rekomendasi masukan terkait kesejahteraan lansia. Lansia juga menjadi sumberdaya dengan pengalaman dan keterampilan yang khusus. “Lansia juga menjadi pangsa pasar yang baru karena di masa mendatang jumlah lansia akan semakin bertambah, ini mungkin bisa menjadi kesempatan bagi dunia usaha untuk bisa memperhatikan peluang-peluang untuk membantu mensejahterakan lansia," papar dr Sari.

Sumber:

http://yeu.or.id/read/104/dialog-kebijakan-pemenuhan-hak-hak-lansia.html