Banyuwangi Memilih Bangun Pondok Lansia, Bukan Panti Jompo

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan membuat pondok untuk para orang lanjut usia miskin yang terlantar dan ditinggalkan keluarganya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan Pemkab Banyuwangi sengaja tidak memberi nama panti jompo melainkan lebih memilih pondok. Selain merawat para lansia, pondok ini akan memberikan sisi kerohanian kepada mereka.

"Yang agama Islam dengan pendekatan agama Islam, yang Nasrani dengan pendekatan Nasrani, dan seterusnya. Tidak hanya dirawat secara fisik, tapi kerohaniannya juga," ujar Anas, Jumat (28/10/2016).

Rencana pendirian Pondok Lansia sudah masuk dalam anggaran APBD Banyuwangi 2017. Pemkab Banyuwangi telah mengalokasikan anggaran untuk Pondok Lansia.

Tim pemburu kemiskinan di Banyuwangi pernah menangani laporan masyarakat tentang satu keluarga, terdiri tiga orang nenek hidup dalam kondisi memprihatinkan di Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo.

Ketiga nenek tersebut terdiri dari Musiyah (80), Ponirah (62) anak Musiyah, dan Saini (65) yang merupakan adik Musiyah. Musiyah merupakan yang tertua.

Meski kondisinya relatif sehat, Musiyah sudah tidak bisa beraktivitas normal. Semua aktivitasnya baik makan, minum, hingga buang air besar atau kecil dilakukan di atas kasur.

Sedangkan Ponirah mengalami kebutaan sehingga aktivitasnya terbatas. Satu-satunya anggota keluarga yang masih bisa beraktivitas normal hanyalah Saini. Dialah penolong bagi ibu dan bibinya.

Belajar dari pengalaman itu, Pemkab Banyuwangi berinisiatif membangun pondok untuk para orang tua yang terlantar seperti ketiga nenek tersebut.

Rencana pembuatan Pondok Lansia menjadi salah upaya Pemkab Banyuwangi mengentaskan kemiskinan. Bagi warga Banyuwangi yang sudah tidak memiliki harta benda bisa ditampung di sini.

Program rumah singgah ini, lanjut Anas, merupakan bagian dari kegiatan yang akan dijalankan oleh Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi untuk anggaran 2017 mendatang.

Selain Pondok Lansia, Pemkab Banyuwangi juga bakal mendirikan pondok untuk anak-anak yang terkena kasus narkoba.

“Persoalan narkoba ini bukan semata-mata penangan hukum, namun perlu penanganan secara sosial bagi mereka yang sudah terlanjur menjadi pecandu narkoba," kata Anas.

Sumber:

http://www.tribunnews.com/regional/2016/10/28/banyuwangi-memilih-bangun-...

Tak didefiniskan