Yayasan Wreda Sejahtera Bali Peringati HLUN 2013 dengan Gelar Lomba Cak Kontemporer Lanjut Usia

Semua orang ingin mencapai umur panjang, tapi tidak seorang pun menginginkan menjadi tua. Usia lanjut merupakan fase hidup yang harus dilalui oleh setiap orang semasa hidupnya yang merupakan kelanjutan daripada fase kanak-kanak, remaja, dan dewasa yang telah dilaluinya. Menjadi lansia di satu sisi identik dengan kelompok masyarakat yang renta dan menjadi beban orang lain. Tetapi pada kebanyakan orang, menjadi lansia adalah sekaligus menjadi sumber daya manusia yang berkualitas karena mempunyai pengalaman yang luas, kearifan dan kematangan emosi yang dapat dimanfaatkan dalam pembangunan nasional. Kualitas sumber daya manusia seperti itu tidak dapat ditemui dalam diri kelompok penduduk lainnya. Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) merupakan salah satu hari penting di Indonesia yang diperingati setiap 29 Mei sebagai wujud kepedulian dan penghargaan terhadap orang lanjut usia. Pemerintah hingga saat ini hanya mampu memberikan perhatian pada lanjut usia yang terlantar, cacat, dan miskin tanpa memperhatikan jumlah lanjut usia lainnya setiap tahun kian bertambah banyak.

Peringatan HLUN 2013 oleh Yayasan Wredha Sejahtera (YWS) Bali yang beranggotakan lebih dari 5000 orang tersebar di seluruh Bali bersama Suryani Institute for Mental Health (SIMH), Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) Balidan Asosiasi Psikogeriatri Indonesia (API) Bali mencoba menggugah Pemerintah Propinsi Bali melalui lomba Cak Kontemporer Lanjut Usia 2013 untuk juga peduli terhadap tindakan preventif dengan mewujudkan terbentuknya Senior Senter di Kabupaten/Kota dan Propinsi Bali sehingga para lanjut usia mempunyai tempat untuk berjuang  dalam mewujudkan motto “Tua Berguna, Bahagia dan Sejahtera”. Banyak orang lanjut usia dari seluruh Bali ingin hadir sebagai wujud nyata para lanjut usia masih tetap berguna, bahagia dan sejahtera dalam peringatan HLUN 2013, karena keterbasan tempat panitia hanya memberikan kesempatan pada 1000 orang lanjut usia tetapi yang hadir mencapai 1200 orang.

Kehadiran Bapak Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada perayaan kali ini menjadi kesempatan untuk bersama-sama merayakan kemenangan Beliau kembali terpilih menjadi Gubernur Bali periode tahun 2013-2018. Hal ini menjadi kebahagian tersendiri buat para lanjut usia yang telah mendorong dan memberikan dukungan kepada Bapak Made Mangku Pastika tepat 1 tahun yang lalu pada peringatan HLUN 2012 di tempat yang sama untuk menjadi Gubernur Bali kembali. Tahun ini mereka dapat bersuka cita merayakan apa yang telah mereka perjuangkan selama setahun tersebut, meskipun harus melalui rasa sakit hati karena Bapak Made Mangku Pastika sempat dicampakkan oleh PDIP yang merupakan partai pengusung Beliau pada jabatan periode 2008-2013. “Kita wajib untuk mendidik, melatih anak-anak kita, generasi berikutnya agar mampu bersaing di dalam persaingan nasional dan global ini. Sebab Bali tidak memiliki sumber daya alam seperti batu bara, minyak, gas, dan sebagainya,” ucap Pastika yang dalam Pilgub Bali 2013 berpasangan dengan Ketut Sudikerta dan telah dinyatakan sebagai pemenang oleh KPU Bali, setelah unggul tipis dalam perolehan suara atas pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga–Dewa Nyoman Sukrawan.

Bali, demikian Gubernur Pastika, hanya mempunyai budaya yang adi luhung, manusia yang berkualitas, cerdas, inovatif dan kreatif.Karena itu, harus diwujudkan generasi berikutnya yang lebih baik dibandingkan generasi sekarang.“Kalau generasi kita mampu mencapai hal seperti sekarang, maka generasi berikutnya harus lebih baik lagi,” tandasnya.

Semua itu dapat terwujud, sangat tergantung dari peran semua pihak, terutama para orang tua, para Lansia, para senior untuk bisa menghasilkan anak-anak yang berkualitas.“Generasi muda sendiri juga saya dorong untuk meneladani semangat para Lansia,” ujar Gubenrnur Pastika.      

Mantan Kapolda Bali itu mengaku akan berjuang keras untuk mewujudkan PusatLansia (Senior Center) di Bali karena makin hari makin banyak Lansia.  “Banyaknya Lansia di daerah kita tidak terlepas dari usia harapan hidup yang selalu naik dan juga kesejahteraan yang semakin baik,” paparnya.Dengan terwujudnya Senior Center, maka para Lansia diharapkan tidak menjadi cepat sakit dan tak merasa seperti orang yang disisihkan.

Melalui peringatan HLUN 2013 inijuga diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan bahwa Lansia sesungguhnya adalah pendahulu peletak dasar-dasar Negara, pemersatu bangsa, sebagai pendahulu dalam memiliki jiwa semangat berbangsa dan pelopor pembangunan sehingga para lansia layak dinobatkan sebagai pelopor berdirinya bangsa ini. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 09.00-12.00. Kegiatan berlangsung sangat meriah karena tidak ada yang pernah berpikir bahwa para lanjut usia masih energik dan kreatif untuk menarikan tari cak secara kolosal. Sebanyak 8 kelompok bertanding untuk memperebutkan tempat terbaik.

Sebagai yayasan yang bergerak dan ikut membina para lanjut usia sejak tahun 1988 jauh sebelum tertuangnya undang-undang kesejahteraan lanjut usia di Indonesia pada tahun 2005, YWS Bali mengusulkan kepada pemerintah agar di masing-masing Kabupaten/Kota di Bali memperhatikan masalah orang lanjut usia dan mewujudkan beberapa mimpi lanjut usia sebagai berikut:

  • Membatalkan program Retirement Village
  • MendirikanSenior Center atau Community Centre.
  • Mendirikan Rumah Perawatan Lanjut Usia.
  • Rawat Jalan Penderita Lanjut Usia serta Tindakan Preventif.
  • Memanggil dan membina remaja atau sekaa teruna sebagai relawan lanjut usia.
  • Setiap banjar di Bali tidak hanya terdiri dari Sekaa Teruna dan Anggota Banjar, tetapi juga Sekaa Penglingsir. (YWS)