Yayasan Wreda Sejahtera Bali Aktifkan Fisik Mental dan Spiritual Melalui Senam dan Meditasi

Meningkatnya biaya pengobatan dan harga obat membuat banyak masyarakat memilih membiarkan diri mereka tetap sakit tanpa berusaha mencari penyembuhan. Meditasi sebagai salah satu upaya untuk menyeimbangkan sistem daya tahan tubuh seseorang memiliki manfaat tersendiri bagi mereka yang menekuninya. Sehatnya diri seseorang tidak hanya ditentukan secara fisik namun juga secara mental dan jiwa. Melalui pendekatan meditasi ini diharapkan akan tercipta jiwa yang sehat dan mempengaruhi seseorang untuk memiliki raga yang sehat sehingga dapat tercipta masyarakat yang tangguh dan berkualitas.

Istilah meditasi sering diartikan sebagai ajaran agama Hindu atau hanya boleh dilakukan oleh orang lanjut usia yang sudah tidak memikirkan masalah duniawi atau hanya diperuntukkan buat mereka yang sudah tenang. Sehingga tidak dibenarkan kalau ada anak kecil belajar meditasi karena dapat menimbulkan kegoncangan jiwa. Meditasi seolah-olah hanya boleh dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. Apabila seseorang telah melakukan meditasi, maka organ-organ tubuh, sel-sel tubuh dan semua zat yang ada dalam tubuh akan mengalami homeostasis, bergerak dalam keadaan seimbang, berfungsi dalam keadaan seimbang, dan bekerja dalam keadaan teratur. Meditasi menimbulkan perubahan fisiologik yang disebut sebagai respons relaksasi, yaitu integrasi respons mind-body: menurunnya pemakaian oksigen, denyut jantung, pernafasan, tekanan darah, dan kadar asam laktat dalam serum;  resistensi kulit meningkat dan perubahan aliran darah.

Yayasan Wreda Sejahtera (YWS) Bali bersama Suryani Institute for Mental Health (SIMH), Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) Balidan Asosiasi Psikogeriatri Indonesia (API) Bali mengadakan Program Pelatihan Meditasi Relaksasi Spirit metode Suryani dan Senam Lanjut Usia. Program ini dibimbing langsung oleh Prof Dr dr Luh Ketut Suryani, Sp.KJ(K) yang diselenggarakan Sabtu, 20 April 2013, pukul 09.00 – 12.00 Wita di Wantilan DPRD Bali, Renon.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta menemukan dirinya sendiri, mencegah timbulnya  gangguan baik pada fisik maupun pada mentalnya.  Dan jika sudah terjadi gangguan, maka dapat mempercepat penyembuhan gangguan itu.Dengan menyebarkan latihan Meditasi Relaksasi Spirit metode Suryani diharapkan masyarakat mampu mengembalikan kemampuan spirit yang pernah dipraktekkannya sejak di dalam kandungan sampai terbentuknya logika serta meningkatkan kemampuan emosional dan kemampuan intelegensianya.Di dalam dirinya tidak ada kata, “Maaf saya sibuk”, tetapi “Apa yang bisa saya lakukan lagi” sehingga mereka bisa merasakan bahwa Hidup adalah untuk berkarya. Sesuatu yang kita  peroleh adalah hasil dari usaha nyata yang tidak begitu saja turun dari langit.

Pada acara ini juga diadakan lomba Senam Lanjut Usia per cabang dimana lomba ini sebelumnya tidak diinformasikan kepada cabang-cabangYWS, sehingga merupakan suatu kejutan untuk mereka. Lomba ini dinilai oleh Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, SpKJ dan Bapak Made Sudiarsa. Kriteria yang dinilai yaitu kekompakan gerak, warna dan ekspresi.

Dalam acara ini Ibu Prof dan Bapak Made Sudiarsa memberikan komentar mengenai senam lanjut usia serta gerakan-gerakan yang salah yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada fisik para lanjut usia.  Sehingga masukan-masukan yang diberikan terkait Senam Lanjut Usia sangat berguna bagi para lanjut usia. 

Sebanyak 300 orang hadir pada pertemuan kali ini. Banyak dari mereka merupakan warga lanjut usia yang mencoba mengabdikan diri mereka melalui meditasi. Selain para lanjut usia juga tampak dari kalangan muda yang mencoba untuk lebih memahami diri mereka melalui meditasi.     

Melaluikegiatan ini juga dicoba untuk menyadarkan masyarakat dan ilmuwan dapat  memahami manusia secara holistik dengan mengembangkan kemampuan intelegensia, emosional dan spiritual di dalam mendewasakan dirinya. Diharapkan setiap orang bisa merasakan kedamaian dan kebahagian seutuhnya di dalam dirinya sesuai dengan kepercayaan dan agama yang dianutnya. (YWS)