Yayasan Wreda Sejahtera Bali Bina Lanjut Usia Peduli Anak Tuna Grahita

Anak-anak cacat mental (Tuna Grahita) terlahir ke dunia dengan tujuan hidup yang istimewa. Anak-anak cacat mental adalah cermin untuk semua manusia. Mereka mengajarkan kita untuk mencari sumber di dalam diri kita, sumber yang kreatif. Mereka mengajarkan kita untuk menggunakan semua panca indera kita. Mereka meminta kita untuk kreatif dalam mengajar. Mengajar hanya menggunakan pendekatan kognisi atau daya pikir tidaklah cukup dan kurang sesuai dengan cara komunikasi mereka dan cara mereka menyerap informasi.

Melihat banyak anak Tuna Grahita yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan dibiarkan di masyarakat menggugah YWS Bali untuk peduli dengan nasib anak-anak tersebut. Melalui program pengenalan ‘Memahami Diri dari Anak Tuna Grahita ’ pada tanggal 9 Februari 2013 di Wantilan DPRD Bali, Renon, para lanjut usia beserta para guru SLB C dan masyarakat yang peduli dengan anak-anak Tuna Grahita diajak untuk memahami lebih jauh tentang anak-anak tersebut. Yayasan Wreda Sejahtera (YWS) Bali bersama Suryani Institute for Mental Health (SIMH) menggandeng Yayasan Sukacita, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) Bali dan Asosiasi Psikogeriatri Indonesia (API) Bali untuk bersama-sama memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dengan tuna grahita.

Program tersebut terdiri dari Program Memahami Diri, Meditasi dan Relaksasi serta program dengan informasi dasar mengenai anak-anak Tuna Grahita.Informasi umum dan praktis tentang anak dengan tuna grahita yang diberikan pada progarm tersebut bisa memberikan kesempatan pada lanjut usia untuk mengalami sendiri bagaimana rasanya jika tidak selalu mengerti dunia di sekitar kita. Pada acara tersebut juga menyediakan informasi praktis dan tips tentang cara untuk mendekati anak-anak dan mendukung perkembangan mereka. (YWS)