Sesmenko Kesra: Harapan Hidup Warga DIY Tinggi

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi yang prosentasenya tinggi yang mempunyai penduduk lanjut usia (lansia) dibandingkan daerah lainnya. Tingginya angka harapan hidup ini harus dibekali dengan semangat dan kepedulian dari Pemerintah Daerah (Pemda) maupun seluruh pihak yang pro lansia guna meningkatkan kesejahteraan lansia.

Demikian disampaikan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI, Drs. Sugihartatmo, MPIA dalam pembukaan Seminar Nasional "Bersama Kita Wujudkan Lanjut Usia Berguna, Sejahtera dan Bahagia' Selasa, (4/6/2013) pagi di Hotel Melia Purosani Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti 130 peserta ini digagas Jaringan Pemerhati Lanjut Usia Indonesia (Jala) bekerjasama dengan Kemenko Kesra dan Knowlegde Sector AUSAID menghadirkan pembicara kunci disampaikan oleh Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Dr. Adang Setiana. Dalam seminar ini juga diisi berbagai pembicara pakar dan praktisi bidang kelanjutusiaan, antara lain Dr Aris Ananta PhD, Methodius Kusumahadi DCM, Prof Dr Abdul Munir Mulkhan, Dr Evi Nurvidya Arifin, dr Probouseno SpPD K-Ger dan H Sudiman, S.Ag, MPd.I.

"Seminar ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lansia Nasional yang diperingati setiap 29 Mei untuk mengembangkan potensi lansia baik dari segi kemandirian, pelayanan dan lain-lain. Mengingat umur harapan hidup di tanah air rata-rata untuk pria 69 tahun dan perempuan 72 tahun dengan jumlah total lansia mencapai 23 juta orang, maka pemerintah hingga pemda harus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan lansia," papar Sugihartomo.

Menurutnya upaya peningkatan kesejahteraan lansia kini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah semata. Saat ini 11 provinsi yang penduduk lansianya tinggi diduduki peringkat pertama DIY yang disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, NTT, NTB, Lampung dan Jawa Barat.

Ketua Jala Indonesia, Bondan Sikoki, SE, MA menambahkan secara umum lansia mengalami perubahan baik fisik maupun non fisik, namun mereka memiliki kelebihan dalam pengalaman, pengetahuan, keahlian dan jaringan. Dukungan lingkungan fisik, infrastruktur, sosial, ekonomi dan hidup akan menciptakan lansia berguna dalam bidang sosial, ekonomi serta sejahtera dan bahagia.

"Disisi lain pengembangan jaringan dan penguatan upaya bersama baik pemerintah maupun masyarakat menjadi isu sentral. Hal ini guna menciptakan jaringan dan kelembagaan yang kuat dan lingkungan yang mendukung lansia dapat berguna, sejahtera dan bahagia," tandasnya. Tampak hadir pula Kepala Biro Umum Kemenko Kesra Ir. Ngatiyo Ngayoko, MM yang juga salah seorang Pengurus JALA Indonesia dan penggagas serta pendiri Paguyuban Lansia Sribit Ceria  Kulon Progo, Yogyakarta. (Gs)

Sumber: http://www.menkokesra.go.id/content/sesmenko-kesra-harapan-hidup-warga-diy-tinggi