Menjadi Lanjut Usia yang Sehat dan Semangat

(Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Ke-13 di Promasan Kelurahan Banjaroya Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta)

Wilayah Kelurahan Banjaroya merupakan wilayah kerja Yayasan SATUNAMA sejak tahun 2000 sampai dengan saat ini. Selain mendampingi pemerintahan desa, kelompok air bersih, SATUNAMA juga mendampingi kelompok Lanjut Usia atau biasa disebut Lansia. Sejalan dengan visi SATUNAMA, kelompok Lansia didampingi karena merupakan kelompok rentan yang hak-hak dasarnya sering terabaikan baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Mencermati minimnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi para Lansia tersebut, maka Yayasan SATUNAMA, yang bergabung dalam Jaringan Pemerhati Lansia Indonesia (JALA Indonesia) ikut terlibat dan mendukung peran masyarakat lokal yang tergabung dalam Kader Lansia Banjaroya dalam memperingati Hari Lansia Nasional ke-13. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 26 Mei 2013 dengan mengambil lokasi di kompleks Gereja Promasan Banjaroya dan dihadiri oleh sekitar 900 orang. Untuk menghadirkan 900 orang Lansia tersebut, kader lansia yang terlibat berjumlah  50 orang  berasal dari 8 wilayah se-kelurahan Banjaroya Kulon Progo, DIY & kelurahan Borobudur Magelang Jateng yakni: wilayah Slanden, Kerug, Bogo, Pusat, Duren Sawit, Sendangsono, Kenalan dan Wonotawang.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh Lurah, Dinas Kesehatan, Perwakilan Muspika Kecamatan Kalibawang Kulon Progo, Dewan Paroki Gereja Promasan, Wakil Rois wilayah Banjaroya juga staf Yayasan SATUNAMA Yogyakarta. Kegiatan ini mengambil tema: SEHAT dan SEMANGAT di HARI TUA, kegiatan diawali dengan perayaan misa syukur di Gereja St. Maria Lourdes Promasan (bagi yg Katolik), pengajian di lokasi Pondok Gracia (bagi yang muslim), diakhiri dengan ramah tamah dan pembagian sembako. Beberapa pokok hal yang disampaikan oleh ketua panitia, kepala desa dan juga wakil dari gereja Promasan:  “Bahwa menjadi lansia itu adalah berkah, karena bisa menjadi teladan kesabaran bagi generasi muda, pemberi semangat dan terus berkarya sesuai dengan kemampuannya. Lansia yang aktif tentu  tetap sehat dan berguna serta mempunyai fungsi sebagai pendoa bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.”

Kegigihan para kader lansia untuk menyelenggarakan kegiatan ini sangat luar biasa, sehingga ke depan perlu bersinergi dengan lebih banyak pihak terutama untuk mendorong pemerintah desa mengalokasikan program pembinaan dan budget dalam proses pemberdayaan kelompok kader lansia melalui pendampingan rutin. Sebagai bagian dari komitmen keberpihakan, kepada masyarakat yang terpinggirkan dan proses pengembangan jaringan serta advokasi kebijakan, SATUNAMA akan bergerak bersama  Jaringan Pemerhati Lanjut Usia Indonesia untuk mendorong Pemda Kabupaten Kulon Progo agar segera mewujudkan Kabupaten Ramah Lansia. Hal ini dengan mengingat usia harapan hidup di Kabupaten Kulon Progo adalah Usia Harapan Hidup tertinggi di DIY yakni 74 tahun, sedangkan rata-rata Usia Harapan Hidup di DIY adalah 68 tahun.

(Sri Purwani: Bagian Pengembangan Program Yayasan SATUNAMA Yogyakarta)