Tim SurveyMETER Yogyakarta Kaji Lansia Payakumbuh

Kota Payakumbuh sudah Ramah Lansia? Meski kegiatan pemberdayaan terhadap Lansia di Payakumbuh tergolong cukup tinggi, tapi posisinya di tingkat nasional harus melalui pengkajian sebuah lembaga survei. Untuk itu, dua staf Survey Meter (SM), sebuah lembaga yang bergerak dibidang penelitian, berkedudukan di Yogyakarta, berkunjung ke Payakumbuh, Senin (18/2).

Kedua staf SM, Faqih Anotomi dan Arif Gunawan melakukan wawancara dengan Wawako H. Suwandel Muchtar, terhadap usaha yang dilakukan pemko dalam pemberdayaan Lansia. Dalam wawancara khusus itu, wawako didampingi Ketua Harian Komda Lansia Payakumbuh H. Syamsuar, BA, Kadiskes diwakil dr. Hj. Yanti, M.Pd, Kabag Kesra Mai Aidil, S.Sos dan sejumlah pengurus Komda Lansia.

Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar, disodorkan delapan pertanyaan oleh dua staf SM. Meliputi dimensi yang sudah ditetapkan WHO dan Komnas Lansia. Di antaranya, dimensi ketersediaan bangunan dalam kota, fasilitas ruang terbuka hijau (RTH), transportasi umum, tempat tinggal atau perumahan, partisipasi sosial, penghormatan, keterlibatan, dan pelayanan kesehatan dan hubungan masyarakat buat Lansia.

Menurut Wawako Suwandel Muchtar, pembinaan dan pemberdayaan Lansia di kota ini, dilakukan pemko dengan bermitra dengan Komda Lansia dan Yayasan Jantung Sehat Payakumbuh. Meski kota ini belum dideklarisikan sebagai Kota Ramah Lansia, tapi setiap kegiatan yang dilakukan dalam sepuluh tahun terakhir, sudah menjadi acuan bagi kota/kabupaten dan provinsi lainnya di Tanah Air. Budaya masyarakat Payakumbuh yang menghargai orang tua, kunci sukses Lansia di Kota Batiah.

Menurut Wawako Suwandel Muchtar yang juga ketua umum Komda Lansia Payakumbuh, kota ini sering mendapat kunjungan bagi Lansia dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia. Karena pembinaan dan pemberdayaan Lansia yang intensitasnya terbilang tinggi, dimulai dari kegiatan Posbindu (Pusat Pembinaan Terpadu) Lansia di kelurahan, kecamatan dan kota, usia harapan hidup di Payakumbuh sudah semakin tinggi, 78 tahun. Lansia-lansia di Payakumbuh diperiksa rutin kesehatannya, disetiap Posbindu kelurahan, didampingi dokter dan tenaga kesehatan yang sudah ditunjuk. Begitu juga aktifitas olahraga dan kegiatan keagamaan melalui kelompok pengajian.

Kedepan, Payakumbuh akan menyampaikan deklarasi sebagai Kota Ramah Lansia, seperti disarankan tim peneliti dari SM. Untuk ini, akan dibangun berbagai fasilitas dan infrastruktur lainnya buat Lansia.

Demikian berita dan publikasi gambar seutuhnya yang diambil dari http://payakumbuhkota.go.id/2013/02/18/tm-survei-meter-yogyakarta-kaji-lansia-payakumbuh/. Dalam pelaksanaan studi ini SurveyMETER bekerjasama dengan Centre for Ageing Studies Universitas Indonesia (CAS UI). Studi ini mengunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif sekaligus. Pengumpulan data kuantitatif diambil dari 14 kota di 11 provinsi sementara untuk kualitatif data diambil dari 6 kota di 6 provinsi. Tujuan studi ini untuk memberikan masukan kepada pemerintah kota dalam komitmennya untuk menciptakan kota yang ramah terhadap lanjut usia. Untuk berita terkait bisa di lihat di http://www.antarasumbar.com/berita/payakumbuh/d/4/272637/wawako-payakumbuh-ingin-jadi-kota-ramah-lansia.html

(SurveyMETER)